5 Pilihan Investasi untuk Anak Muda

News

5 Pilihan Investasi untuk Anak Muda

11 July 2021

Setahun belakangan ini, investasi sepertinya menjadi tren di kalangan anak muda Indonesia.

Tren ini tentu saja disikapi sangat positif oleh banyak kalangan, karena kesadaran berinvestasi sejak dini sudah semakin berkembang.

Investasi juga sudah bukan lagi monopoli para pengusaha mapan yang sudah berumur. Hal ini didukung pula dengan semakin maraknya influencer investasi dan aplikasi investasi yang sangat menargetkan marketnya di kalangan anak muda.

Walaupun generasi milenial sudah sangat difasilitasi untuk bisa mulai berinvestasi sejak dini, ternyata masih banyak anak muda yang belum paham dan mau untuk memulainya.

Jadi apakah sebenarnya manfaat yang bisa dipetik dari berinvestasi sejak masih dalam usia muda? Mari kita lihat ulasan berikut.

Manfaat Investasi Sejak Dini

Pada kenyataannya, para generasi milenial masih belum banyak yang memiliki kemauan untuk memulai investasi, karena masih terlalu berat bagi mereka meninggalkan gaya hidup yang tinggi seperti belanja barang terbaru hingga nongkrong di kafe.

Padahal dengan menahan nafsu untuk mengkonsumsi barang-barang mewah tersebut seharusnya bisa ditahan demi beberapa manfaat investasi untuk anak muda berikut ini.

1. Nilai Aset Semakin Meningkat

Dengan menyisihkan sedikit demi sedikit uang yang semula digunakan untuk berfoya-foya, para anak muda bisa mempergunakannya untuk memulai suatu portofolio investasi.

Waktu adalah sahabat yang dimiliki para generasi muda. Karena dengan waktu, nilai aset investasi yang dikumpulkan oleh para generasi milenial sejak dini akan semakin meningkat.

Bayangkan jika seorang anak muda memulai investasi saham pada umur 20 tahun, dalam waktu 10 tahun saja, sudah naik berapa persen nilai portofolio investasinya?

2. Mengalahkan Inflasi

Menurut artikel yang dirilis Bank Indonesia dalam websitenya; Inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

Pada periode 2014 - 2020, pertumbuhan tingkat inflasi di Indonesia berada pada kisaran 3-4% per tahun.

Untuk lebih jelasnya bisa anda lihat pada tabel berikut:

 

2014

2015

2016

2017

2018

2019

2020

Inflasi

(% perubahan tahunan)

8.4

3.4

3.0

3.6

3.1

2.7

1.6

Sumber: Bank Indonesia

Bila para generasi muda mulai berinvestasi pada instrumen investasi dengan pertumbuhan nilai rata-rata 10% saja per tahun, maka nilai aset yang anda miliki tidak akan “tunduk” pada laju inflasi.

3. Semakin Cepat Mencapai Bebas Keuangan

kebebasan finansial

Di dalam buku Cashflow Quadrant, Robert Kiyosaki mencapai kebebasan keuangannya pada saat berumur sekitar 55 tahun, atau 15 tahun setelah beliau memulai bisnis dan investasinya.

Kebebasan keuangan sendiri memiliki arti, seseorang yang tidak perlu lagi bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Karena penghasilan atau kekayaannya sudah datang dari aset investasi atau sistem bisnis miliknya.

Bayangkan pada umur berapa anda bisa mencapainya, jika memulai berinvestasi pada umur 20 tahun?

4. Masa Depan Terjamin

Kebebasan keuangan yang menjadi tujuan, sudah tentu akan membuat masa depan anda semakin terjamin.

Berinvestasi sejak dini merupakan cara untuk membantu mempersiapkan masa tua yang lebih cerah.

Investasi yang direncanakan dan dimulai sejak sekarang tentunya akan membantu mencukupi kebutuhan di kemudian hari.

5 Pilihan Investasi untuk Anak Muda yang Bisa Dipilih

Selagi masih muda, pergunakan energi masa muda anda untuk bekerja dengan giat. Hasil yang didapat, pastikan selalu anda pergunakan untuk memperbesar nilai portofolio investasi anda.

Berikut adalah beberapa pilihan investasi anak muda, yang bisa anda mulai sekarang juga.

1. Reksadana Cocok untuk Anak Muda yang Mulai Investasi

Reksadana adalah salah satu instrumen investasi dengan risiko yang cukup rendah dan mudah bagi siapa saja yang baru memulai berinvestasi.

Melalui bantuan para manajer investasi, uang anda akan diwujudkan ke dalam bentuk surat berharga.

Surat berharga disini bisa berwujud saham, obligasi, deposito maupun sekuritas lainnya.

Dana yang dibutuhkan untuk investasi ini tergolong murah sesuai bank yang menerbitkan reksadana. Kini banyak sekuritas yang menjual produk reksadana-nya mulai dari Rp 50.000. Sangat terjangkau bukan?

2. P2P Lending

Menurut artikel yang dilansir oleh OJK, fintech lending/peer-to-peer lending/ P2P lending adalah layanan pinjam meminjam uang dalam mata uang rupiah secara langsung antara kreditur/lender (pemberi pinjaman) dan debitur/borrower (penerima pinjaman) berbasis teknologi informasi.

Secara mudah, anda sebagai kreditur/lender bisa mengalokasikan dana investasi kepada fintech penyedia layanan P2P lending ini.

Dana anda kemudian akan diteruskan kepada debitur/borrower yang sudah melewati kualifikasi kelayakan oleh fintech penyedia layanan ini.

Dana yang sudah anda investasikan nanti, akan kembali kepada anda ditambah dengan interest/bunga yang sudah disepakati.

3. Investasi Emas Batangan

investasi emas

Emas dapat dikatakan sebagai investasi paling klasik.

Investasi emas dapat berupa logam mulia, emas perhiasan, emas batangan dan voucher emas (emas digital). Namun, kekurangan dari investasi ini terletak dari penyimpanannya.

Penyimpanan investasi emas disarankan menggunakan Safe Deposit Box yang disediakan oleh bank-bank tertentu.

Jika tidak menggunakan jasa tersebut, penyimpanan juga dapat dilakukan secara mandiri dengan menggunakan brankas pribadi.

4. Saham

Saham adalah bukti tanda kepemilikan dalam suatu perusahaan. Risiko dan keuntungan dari saham memiliki sifat berbanding lurus, yaitu high risk dan high return.

Semakin tinggi risiko suatu saham, maka semakin tinggi pula keuntungan yang akan didapatkan.

Untuk itu, jika para anak muda ingin mencoba berinvestasi pada instrumen ini, sebaiknya para generasi muda ini harus belajar untuk menganalisa potensi keuntungan suatu saham terlebih dahulu.

Kini banyak juga aplikasi mobile yang memudahkan para generasi muda untuk memulai berinvestasi saham.

5. Investasi Properti

Properti juga merupakan bentuk investasi klasik sejak jaman dulu.

Anak muda seringkali mengabaikan investasi ini karena mereka menganggap terlalu sulit mengumpulkan modal yang besar untuk memulai berinvestasi properti.

Generasi muda juga masih banyak yang menganggap belum waktunya memikirkan untuk memiliki properti selagi muda.

Padahal properti memiliki nilai yang selalu naik setiap tahunnya. Bahkan pertumbuhan nilai properti ini bisa naik pada kisaran 10%-20% per tahun.

Kalau tidak sekarang, kapan lagi?

 

Baca juga beberapa manfaat investasi rumah

 

Investasi Properti untuk Anak Muda

Siapa bilang investasi properti adalah monopoli generasi tua? Justru berinvestasi properti selagi muda sangatlah disarankan oleh para praktisi investasi dan pebisnis sukses.

Kenaikan nilai properti yang selalu bertumbuh tentu saja sangatlah menggiurkan.

Lalu bagaimana caranya agar bisa memulai investasi properti sejak dini? Rajinlah mengikuti perkembangan berita properti dan promosi yang diberikan oleh para developer perumahan.

Diantaranya adalah promosi yang diberikan oleh perumahan eksklusif di Cinere Depok ini, Lavanya Hills Residences.

 

Promo yang Berlaku di Lavanya Hills Residences

Share this News:

Latest News