Cinere Depok: Sejarah dan Perkembangannya

News

Cinere Depok: Sejarah dan Perkembangannya

02 December 2020

Bila kita kembali ke zaman kolonial Belanda, nama Cinere mungkin masih sangat asing terdengar bahkan di telinga penduduk Jakarta. Namun, hal ini berubah seiring berkembangnya kemajuan zaman yang berbanding lurus dengan perkembangan kota Jakarta itu sendiri. Cinere sekarang bahkan terkadang lebih populer dibandingkan kota Depok itu sendiri.

Apa yang membuat Cinere Depok begitu terkenal, khususnya bagi warga Jakarta? Mari kita lihat sejarah dan perkembangan Cinere Depok.

Asal Mula Cinere Depok

Kembali ke zaman kolonial, tersebutlah Cornelis Chastelein, seorang Belanda, tuan tanah eks pegawai (pejabat) Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC). Chastelein inilah yang disebut turut serta dalam proses pembentukan kota Depok, beserta Cinere sekarang. Di bawah wewenang Kerajaan Belanda ketika itu (tahun 1696), ia diizinkan membeli tanah yang luasnya mencakup Depok sekarang, ditambah sedikit wilayah Jakarta Selatan plus Ratujaya, Bojong Gede, Kabupaten Bogor sekarang.

Sedangkan Cinere sendiri disebutkan dalam Bataviaasch Nieuwsblad, pemilik lahan Cinere adalah seorang perwira VOC berkebangsaan Perancis, bernama Isaac de I’Ostale de Saint Martin. Ia memiliki tanah Kanjere atau Tjinere yang diberikan kepadanya sebagai bentuk pengakuan atas jasanya dalam perang Banten.

Saint Martin sendiri ternyata adalah sahabat dekat dari Cornelis Chastelein yang telah disebutkan sebelumnya.

Pada tahun 1714, Cornelis Chastelein menulis wasiat berisi antara lain, mewariskan tanahnya kepada seluruh pe-kerjanya yang telah mengabdi kepadanya sekaligus menghapus status pekerja menjadi orang merdeka. Setiap keluarga bekas pekerjanya memperoleh 16 ringgit. Hartanya berupa 300 kerbau pembajak sawah, dua perangkat gamelan berlapis emas, 60 tombak perak, juga dihibahkannya kepada bekas pekerjanya. 

Perkembangan Cinere Depok

Pada tahun 1979 di wilayah Cinere sebuah pengembang swasta yang menguasai lahan yang kini luasnya telah mencapai 300 Ha mulai membangun perumahan. Sementara di Depok pada tahun 1976 Perum Perumnas (milik pemerintah) sudah memulai pembangunan perumnas pertama di Indonesia. Di perumnas Depok rumah yang dibangun ditujukan untuk kalangan masyarakat menengah ke bawah, sementara di daerah Cinere, ditargetkan untuk masyarakat menengah ke atas.

Dua wilayah pemukiman ini umumnya dihuni oleh ex penduduk Jakarta. Namun karena, rumah-rumah yang dibangun di wilayah Cinere lebih berkualitas dan lebih mewah maka dengan sendirinya warga Jakarta lebih memfavoritkan Cinere sebagai daerah hunian dibandingkan Depok.

Pada tahun 1981, Depok berstatus kota administratif (kotif) dan hanya terdiri dari tiga kecamatan, yaitu: Pancoran Mas, Beji dan Sukmajaya.

Setelah status Depok ditingkatkan dari kotif menjadi kota pada tahun 1999, Cinere (berada di dalam wilayah Kecamatan Limo) yang sebelumnya tergabung dalam wilayah Kabupaten Bogor bersama dengan Kecamatan Sawangan dan Kecamatan Cimanggis, masuk ke dalam wilayah Kota Depok.

Walaupun secara geografis, wilayah Cinere masuk ke dalam wilayah Kota Depok, namun secara sosial budaya, Cinere berada di wilayah geografis Jakarta. Letak Cinere yang sangat strategis ini, selain berada di perbatasan Jakarta - Depok, juga merupakan titik penghubung ibu kota dengan wilayah Tangerang, Bekasi dan Bogor.

Baca juga keuntungan punya rumah di Cinere Depok.

Pada tahun 2007, Kecamatan Cinere terbentuk dari pemekaran Kecamatan Limo yang melengkapi 11 kecamatan di Kota Depok. Kecamatan Cinere terdiri dari empat kelurahan, yaitu: Cinere, Gandul, Pangkalan Jati Lama dan Pangkalan Jati Baru.

Kesimpulan

Menilik perkembangan sejarah dari wilayah Cinere, seperti semakin mengukuhkan betapa strategisnya wilayah ini sebagai tempat tinggal anda. Terlebih lagi dengan rencana dibukanya beberapa akses jalan tol di sekitar Cinere.

Baca juga rencana pembukaan Tol Cijago.

Semoga sharing kami sekilas mengenai sejarah Cinere mampu mengobati rasa penasaran anda mengenai layak-tidaknya menjadikan wilayah Cinere Depok sebagai tempat tinggal bagi anda dan keluarga.



Bila ingin berkonsultasi dengan kami mengenai persyaratan membeli rumah di Cinere, tepatnya di Lavanya Hills Residences, bisa menghubungi tim kami di (+62 21) 7538883 atau melalui WhatsApp di +62 819 7538 883

Share this News:

Latest News