MRT Jakarta: Sang Pengurai Kemacetan

News

MRT Jakarta: Sang Pengurai Kemacetan

16 March 2021

Setelah menunggu lebih dari 30 tahun, akhirnya Moda Raya Terpadu atau MRT Jakarta bisa dinikmati.

Pengoperasian perdana fase I MRT yang terbentang sejauh 15,7 kilometer dari Lebak Bulus, Jakarta Barat, ke Bundaran HI, Jakarta Pusat, telah dilaksanakan sejak tahun 2019 lalu.

Bagaimana kisah panjang MRT ini sampai akhirnya bisa dirasakan oleh warga ibukota dan sekitarnya sekarang?

Sejarah Singkat MRT Jakarta

MRT Jakarta adalah sebuah sistem transportasi transit cepat yang menggunakan kereta rel listrik. Sistem transportasi perkotaan ini memiliki 13 stasiun yang terdiri atas 7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah.

Ternyata moda transportasi ini sudah direncanakan oleh para pembesar negara sejak tiga dekade lalu.

1. Berawal dari Ide BJ Habibie

Kembali ke tahun 1980-an, saat itu BJ. Habibie masih menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi pada masa pemerintahan Presiden Suharto.

Beliau lah yang melahirkan ide pembangunan moda transportasi dalam kota ini, dan menciptakan landasan idealis dari MRT yang sekarang ini kita rasakan bersama manfaatnya.

2. Krisis Ekonomi Melanda

Pada 1998, ide pembangunan MRT itu tertunda. Gubernur DKI Jakarta kala itu, Sutiyoso juga pernah menyinggung untuk menggarap proyek ini. Akan tetapi, ide itu belum juga terlaksana. Salah satu kendalanya adalah pendanaan karena sebagian besar Asia termasuk Indonesia sedang dilanda krisis moneter besar.

3. Persiapan Pembangunan MRT Jakarta Tahap 1

Pemerintah Kota DKI Jakarta juga mendirikan PT. MRT Jakarta sebagai Badan Usaha Milik Daerah yang menunjang pembangunan dan pengoperasian MRT Jakarta.

Pengerjaan desain dasar jalur pertama ini dilakukan pada tahun 2010 hingga 2012. Pada tanggal 26 April 2012, pencanangan persiapan proyek Jalur Utara–Selatan MRT Jakarta dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Namun pembangunan infrastruktur masih belum terealisasi.

4. Terealisasi di Era Jokowi - Ahok

Setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 10 Oktober 2013, peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya konstruksi pembangunan infrastruktur MRT dilaksanakan oleh Joko Widodo yang pada waktu itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI.

Setelah Joko Widodo melaju ke kursi kepresidenan, pembangunan MRT Jakarta tetap diprioritaskan oleh wakilnya, Basuki Tjahja Purnama hingga konstruksi lintasan fase pertama Jalur Utara - Selatan tersambung sepenuhnya pada tanggal 29 November 2017.

5. Resmi Beroperasi di Era Anies Baswedan

Pada saat masa pemerintahan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jalur Pertama MRT Jakarta resmi beroperasi pada tanggal 24 Maret 2019.

Pada saat yang sama dengan peresmian fase pertama Jalur Utara–Selatan, Presiden Joko Widodo juga mencanangkan pembangunan fase kedua Jalur Utara–Selatan yang ditargetkan selesai pada tahun 2025.

Keuntungan Menggunakan MRT Jakarta bagi Anda

Setelah kini MRT Jakarta resmi beroperasi, banyak keuntungan yang bisa didapatkan oleh para warga DKI Jakarta dan sekitarnya. Apa sajakah itu? Mari kita lihat pembahasan di bawah ini.

1. Bebas Kemacetan

Anda akan terbebas dari segala kemacetan yang sudah menjadi permasalahan Ibu Kota bertahun-tahun. Dari Lebak Bulus ke Bundaran HI, hanya butuh waktu 30 menit saja!

2. Mengurangi Polusi

Menggunakan MRT berarti anda tidak menggunakan kendaraan pribadi. Bila anda tidak menggunakan mobil pribadi selama setahun saja, anda sudah berpartisipasi mengurangi berkilo-kilo emisi gas buang mobil anda.

3. Menghemat Biaya

Anda tidak perlu mengeluarkan biaya tol dan bensin untuk aktvitas sehari-hari anda.

Dengan tarif termurah adalah Rp 3000, tentu saja anda dapat menekan pengeluaran transportasi harian anda. Walaupun mungkin tiket MRT terkesan mahal, coba bandingkan dengan konsumsi bensin mobil anda dan waktu berharga yang anda buang di tengah macet.

Pakai MRT Jakarta: Tidak Perlu Beli Mobil, Bisa Investasi!

Bahkan dengan menggunakan MRT dalam aktivitas sehari-hari, anda bahkan tidak memerlukan mobil pribadi. Dana untuk membeli mobil bisa anda alokasikan ke tabungan anda.

Apa hubungannya?

Tentu saja ada, karena dengan berhemat untuk transportasi, anda bisa mengalokasikan sisa budget transportasi ke hal lain yang lebih penting, seperti investasi.

Kesempatan untuk berinvestasi properti adalah saat ini!

Baca Juga Beli Mobil atau Investasi Rumah?

Karena Lavanya Hills Residences memberikan berbagai penawaran menarik seperti cashback 100 Juta Rupiah untuk setiap pembelian satu unit rumah tipe Lakshmani.

Lihat Tipe Rumah Lakshmani

Untuk informasi lebih lanjut mengenai mengenai penawaran spesial kami, kami siap membantu anda di (+62 21) 7538883 atau melalui WhatsApp di +62 819 7538 883

Share this News:

Latest News